Tim peneliti dari Princeton University telah mendemonstrasikan seekor tikus yang mengkonsumsi lebih banyak fruktosa dengan kadar tinggi pada corn syrup, pemanis yang umumnya digunakan pada minuman bersoda, mendapatkan penambahan berat badan yang lebih banyak daripada yang mengkonsumsi gula biasa meskipun dengan kadar kalori yang sama. Hasil kerja mereka ini dapat memiliki peran penting pada studi mengenai obesitasa yang menjadi masalah pada beberapa negara.
Selain penambahan berat badan yang signifikan, mengkonsumsi fruktosa untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelainan pada lemak tubuh, terutama pada abdomen, dan meningkatkan sirkulasi lemak pada darah yang disebut triglycerides.
“Beberapa orang menyatakan bahwa pengaruh semua jenis pemanis terhadap penambahan berat badan dan obesitas adalah sama. Namun hasil penelitian kami membuktikan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan”, ujar seorang peneliti.
Kesimpulan-kesimpulan di atas didapatkan setelah pelaksanaan 2 penelitian. Penelitian yang pertama mengamati tikus jantan yang mengkonsumsi pemanis dengan kadar fruktosa tinggi, dan membandingkannya denga tikus yang mengkonsumsi pemanis yang berasal dari gula biasa. Penelitian yang kedua adalah penelitian dalam jangka panjang yang mengamati lemak tubuh, penambahan berat, dan triglycerides. Pada manusia, karakteristik yang terjadi dapat memicu tekanan darah tinggi, kangker, dan diabetes.
sumber http://sciencedaily.com/











Maret 25, 2010 pukul 3:39 pm
thanks gan. infonya bermanfaat banget nih
Maret 25, 2010 pukul 9:31 pm