Sebuah penelitian besar telah mempelajari mengenai keterkaitan sepak bola terhadap otot, keseimbangan postur, respon reflex dan kerapatan mineral tulang pada laki-laki dan perempuan. 5 artikel yang berkaitan dengan penelitian ini telah diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports. Hasil penelitian menyatakan bahwa bermain sepak bola secara reguler meningkatkan massa tulang dan kerapatan tulang, yang secara signifikan meningkatkan kestabilan tubuh dan kekuatan otot.
Pengamatan ini memperhatikan peningkatan kadar kerapatan tulang, dan kestabilan postur terhadap sekelompok besar perempuan dan laki-laki yang lebih tua. Telah diketahui bersama bahwa keretakan tulang meningkat seiring dengan peningkatan usia yang menyebabkan melemahnya tulang, Namun hasil terbaru menyatakan bahwa sepak bola, -dan permainan bola lainnya-, merupakan latihan yang efektif untuk mengurangi lemahnya tulang akibat bertambahnya usia.
Terdapat beberapa hasil dari penelitian ini, diantaranya :
Sepak bola lebih baik dari Berlari dalam hal melatih tulang. Penelitian selama 14 minggu terhadap perempuan berumur 20-47 tahun yang berlatih sepak bola seminggu dua kali menunjukkan peningkatan kerapatan tulang kanan dan kiri pada tibia. terlebih lagi, latihan sepak bola menunjukkan peningkatan massa otot dan peningkatan besar terhadap kekuatan otot. Menariknya, efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap tulang lebih besar dari grup yang sama namun beraktifitas lari.
Dalam permainan sepak bola kerap kali terjadi tekelan dan berbagai aktifitas seperti menendang, berlari dan melompat, aktifitas inilah yang membedakan sepak bola daripada berlari biasa.
Permainan sepak bola kecil atau futsal selama 1 jam sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu selama 12 minggu pada pria berusia 20-40 tahun menghasilkan peningkatan signifikan terhadap massa otot. Sedangkan permainan sepak bola selama 64 minggu menghasilkan peningkatan massa otot dan kerapatan tulang. Namun, pelatihan sepak bola dengan intensitas lebih dari 2-3 kali seminggu tidak terlalu mempengaruhi perkembangan tulang pada tahun-tahun berikutnya.
Yang paling terasa adalah kondisi fisik dari pria berusia 60-70 tahun memiliki kondisi yang sama dengan pria berusia 30 tahun namun tidak berlatih sepak bola.
sumber http://sciencedaily.com/











April 13, 2010 pukul 7:39 am
Menyehatkan, kecuali kalo di-tackle dan kena tulangnya..
April 13, 2010 pukul 10:05 am
iya,jngan sampe kayak eduardo dan ramsey nya arsenal.. patahnya ngeri.. >.<